Selasa, 06 Maret 2012
Senin, 05 Maret 2012
Sabtu, 25 Februari 2012
Manfaat Bersepeda
Beberapa keuntungan bagi kesehatan seperti paru paru, jantung sehingga lebih kuat dan sehat. Dibawah ini mengapa ber sepeda memberikan dampak yang baik yang diberikan dari pengendara di Inggris. Bukan saja lebih sehat, tetapi hal berbeda selain manfaat untuk kesehatan.
1. Lebih cepat.
Bicara di Inggris, penelitian oleh Citroen menunjukan bahwa mengemudi 1 jam di kota Cardiff pada jam sibuk. Kendaraan hanya dapat menempuh sampai 12km perjam. Dengan bersepeda akan lebih cepat, karena mampu mencapai 15km atau lebih. Hal lain yang di prediksi saat ini, untuk perjalanan 20 menit dengan kendaraan akan memakan waktu 1 jam dalam 15 tahun kedepan. Macet dan semakin padat jalan membuat mobil tidak mampu bergerak secara efisien. Dengan sepeda akan mudah menyelip diantara kemacetan jalan, hasilnya akan ada waktu lebih untuk anda dibanding pengendara mobil yang sedang bermacet ria.
2.Tidur lebih lelap setelah bersepeda.
Bersepeda dipagi hari dalam rute pendek saja memberikan manfaat bagi pengendara utnuk tidur lebih lelap. Hal ini dilakukan oleh Stanford University School of Medicine dari penderita susah tidur. Hasilnya bagi mereka yang mengalami insomnia atau susah tidur dapat tidur 1 jam lebih lama.
3. Terlihat lebih muda.
Menjadi impian bagi mereka yang dewasa agar tetap terlihat muda. Dengan bersepeda maka tubuh akan mengirim nutrisi keseluruh tubuh.
Harley Street dermatolog Dr Christopher Rowland Payne mengatakan hal tersebut, karena tubuh memberikan oksigen lebih besar bagi pesepeda.
Satu yang positif adalah kolagen, dengan latihan yang baik maka dapat membantu mengurangi munculnya keriput dan mempercepat proses penyembuhan.
4. Otot usus juga lebih baik.
Dengan latihan olahraga juga merangsang otot kontraksi otot usus. Seperti mencegah perasaan kembung, plus mencegah kanker usus. Dengan berolahraga sepeda, maka tubuh akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan makanan didalam usus besar.
5. Meningkatkan kekuatan otak
Hasil dari penelitian di universitas Illinois. Dengan ber sepeda dapat meningkatkan sekitar 5% dalam kebugaran pernapasan. Juga menambah 15% kemampuan mental. Khususnya mereka yang berusia 30 tahun keatas. Dengan bersepeda akan memberikan dampak positif dimana sel otak baru dibagian hippocampus tumbuh kembali. Bagian ini bertanggung jawab untuk menangani daya ingat dan semakin surut dengan sejalannya umur
6. Jauh dari penyakit.
Tidak perlu makan apel lagi, mungkin itu ungkapan bagi pengedara sepeda. Latihan rutin membuat sel kekebalan tubuh kembali aktif. Sehingga mereka lebih siap menghadapi infeksi. Bahkan bagi mereka yang berkendara sepeda sampai 30 menit setiap hari, hanya akan mengalami separuh sakit dari orang lain.
7. Hidup lebih lama
Mereka yang berolah raga akan lebih kecil terkena serangan jantung, diabetes tingkat 2, semua jenis kanker, tekanan darah tinggi sampai obesitas. Tubuh lebih mampu membela diri dengan regenerasi sel tubuh. Informasi terbaru, salah satu rekan kami mengalami pra-diabetes. Setelah sering bermain sepeda, ternyata penyakit tersebut sirna. Ini bukan promosi tetapi nyata.
8. Menyelamatkan dunia.
Ada benarnya, 20 sepeda dapat diparkir ditempat 1 parkir mobil. Polusi 0, kecuali zat tinja yang dibuat oleh pengendara sepeda, mungkin lebih bau tetapi ramah lingkungan.
9. Jadi simbol status.
Lupakan mobil sebagai lencana. Orang kaya saja sudah mulai menjauhi simbol mereka dengan mobil.
Kampanye bersepeda di Inggris malah dilakukan oleh orang orang kaya. Padahal pendapat mereka sudah lebih dari cukup. Di Indonesia saat ini sudah banyak pemain sepeda malah dari kalangan profesional. Seperti direktur, manager sampai pemilik perusahaan malah sibuk main sepeda tiap minggu. Tidak percaya , coba saja tanyakan rekan se-permainan sepeda anda. Apakah benar cerita yang satu ini. Main Golf sudah tidak jaman, katanya seperti itu. Buruan jual stick golf anda dengan sepeda.
10. Memperbaiki kehidupan sex.
Mereka yang berusia 50 tahun keatas, dan masih bersepeda, mampu memperkecil 30% resiko impontensi. Cukup ditotal 3 jam setiap minggu saja dengan bersepeda, dibandingkan olahraga kecil dirumah atau ditempat fitness.
Gairah semakin tinggi ujar peneliti asal Cornell University mengatakan masalah sex persepeda terlihat lebih muda antara 2 sampai 5 tahun dibanding usianya. Gerrr amuumm
11. Baik untuk kehamilan.
Hasil penelitian dari universitas di Michigan. Ibu ibu yang sedang hamil dapat melakukan olahraga ringan. Sehingga lebih menikmati hidup selama 9 bulan ketika mengandung. Mampu menekan kegemukan bagi ibu ibu yang sedang hamil, angkanya mencapai 50%.
12. Resiko penyakit jantung lebih kecil.
Hal ini sudah dibuktikan oleh penelitian dari British Heart Foundation. Hanya 30 km perminggu, akan menekan resiko terkena penyakit jantung sampai 50% dibandingkan mereka yang tidak berolahraga.
13. Olahraga dapat meningkatkan kinerja dan disayang boss.
Dari universitas Bristol dilakukan jajak pendapat dari 200 responden. Mereka yang berolahraga ternyata memerlukan waktu istrirahat lebih sedikit. Bahkan lebih tahan terhadap beban kerja, dan meningkatkan kemampuan mereka karena lebih mudah menyelesaikan pekerjaan.
14. Hilangnya lemak dibagian pantat ke bawah
Dengan bersepeda sudah pasti bagian tersebut akan lebih terkendali dan jauh dari lemak. Berat badan anda mungkin saja menumpuk disana, secara perlahan akan hilang. Bukan itu saja, dibandingkan olahraga lain. Bersepeda tidak memberikan beban bagi tubuh. Karena berat badan tubuh akan ditopang oleh pelana sepeda. Dengan berlari misalnya, tekanan pada tubuh akan memberikan tekanan keseluruh rangka tubuh. Berbeda dengan bersepeda, sehingga lebih aman dan tidak terbebani oleh berat badan ketika berolahraga.
15. Bersepeda itu malah menjauhi polusi.
Ada pertanyaan, apakah bersepeda akan membuat badan terkena polusi dari kendaraan bermotor.
Penelitian berbeda dari Imperial College London. Orang yang berada di dalam kendaraan dan bus lebih banyak terkena polusi dari gas buang kendaraan dibanding pejalan kaki atau pesepeda.
Rata rata penumpang taksi harus menerima 100.000 partikel sangat kecil yang menetap diparu paru mereka. Penumpang bus mendapatkan 40.000.
Pesepeda ternyata hanya menerima 8.000 partikel centimeter kubik. Mengapa hal tersebut terjadi, karena pengendara sepeda lebih banyak berada di atas terotoar jalan dan lebih jauh dari sumber polusi.
Untuk kota besar Jakarta yang padat, mungkin penelitian ini tidak terlalu berlaku. Maklumlah, banyak trotoar jalan yang sudah berubah fungsi, kemacetan dimana mana, dan tingkat polusi yang tinggi sudah pasti akan dihirup oleh pengendara sepeda
16. Lebih hemat, tetap muda.
Olahraga di tempat fitness memiliki fungsi yang sama seperti ber sepeda. Bedanya untuk tempat fitness anda perlu membayar. Anda dapat berhemat dengan bersepeda, dan menghemat uang anda untuk membayar member di tempat fitness ;-)
17. Anda tidak takut tantangan.
Cuaca buruk mungkin tidak disukai banyak orang. Tetapi pengemar sepeda melihat semua cuaca adalah baik. Bukan melihat cuaca sebagai hambatan melainkan cuaca adalah tantangan bagi pesepeda dan harus tetap bersepeda.
Label:
Kesehatan
Minggu, 19 Februari 2012
Tugu Pahlawan Surabaya
GRAND PRAZE
1 Unit* HYUNDAI AVEGA
4 Unit* KAWASAKI EDGE
REBUT JUGA PULUHAN SEPEDA DAN
BARANG ELEKTRONIK LAINNYA!!!
(*OFF ROAD & PAJAK HADIAH DITANGGUNG PEMENANG)
no.sip:162/PPSDBS-SAP/II/2012
Minggu, 12 Februari 2012
Sabtu, 04 Februari 2012
Senin, 09 Januari 2012
Minum Air Saat Makan
REPUBLIKA.CO.ID, Anda memiliki kebiasaan banyak minum ketika sedang makan? Sepertinya Anda harus segera mengubah kebiasaan tersebut. Sebab, meneguk air ketika makan ternyata dapat menghambat pencernaan di lambung.
Konselor mikrobiotik dari India, Shonali Sabherwal, mengatakan, ketika makan bukanlah waktu yang tepat untuk memuaskan rasa dahaga. "Orang-orang tidak tahu betapa minum air saat makan cukup mempersulit pencernaan mereka," ujar Sabherwal seperti dikutip Times of India.
Penelitian menunjukkan bahwa minum sedikit air selama makan tidak menjadi perhatian. Namun, minum segelas atau dua gelas dapat mengganggu pencernaan. Para peneliti menemukan bahwa yang terbaik adalah minum air sebelum makan dan dua jam sesudahnya. Hal ini membantu dalam penyerapan nutrisi.
Sabherwal mengatakan bahwa minum air ketika makan dapat mengencerkan konsentrasi asam lambung (HCl). Untuk mencerna makanan, tubuh memerlukan HCl dengan konsentrasi tertentu. Namun, kerena minum banyak air, konsentrasi HCl berkurang. Akibatnya, hanya sedikit makanan yang bisa dicerna oleh tubuh. Hal ini, jika dibiarkan terus bisa menimbulkan berbagai penyakit.
Asam lambung, selain membantu pencernaan juga berfungsi sebagai anti bakteri. Jika lambung sudah tidak bekerja optimal, akan dapat mempengaruhi kerja organ pencernaan lainnya menjadi lebih berat sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh.
Agar tak merasa haus ketika makan, Sabherwal menghimbau agar tak terlalu banyak makan makanan yang asin. "Pastikan makanan Anda tidak terlalu asin karena akan semakin membuat haus," kata dia. Agar pencernaan tetap berjalan baik meskipun tanpa dibantu oleh air, ia menyarankan agar mengunyah pelan-pelan. Saat mengunyah, mulut mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan makanan sehingga tugas lambung dalam mencerna makanan menjadi lebih ringan.
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID
.
Label:
Kesehatan
Rabu, 04 Januari 2012
Selasa, 29 November 2011
Seorang Bapak Tua Penjual Amplop
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop.
Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.
Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar perbungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.
Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.
Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini:
“bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap...”.
Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.
Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.
Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.
Sumber : rinaldimunir.wordpress.com (Judul asli: Bapak Tua Penjual Amplop Itu )
Minggu, 27 November 2011
Selamat Tahun Baru Hijriah 1433
Pemenang Kehidupan adalah orang yang tetap SEJUK di tempat yang PANAS tetap MANIS ditempat yang begitu PAHIT yang tetap merasa KECIL meski telah menjadi BESAR yang tetap tenang di tengah BADAI yang paling HEBAT serta tetap bertawakal kepada ALLAH SWT dalam segala perkara.
Selamat Tahun Baru Hijriah 1433.
Semoga Tahun ini Lebih Baik dari Tahun Kemarin.
Salam PBC
Label:
Berita
Langganan:
Postingan (Atom)
















